Lagilagi dari line dakwah Islam :)
# KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH #
Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar.
Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).
Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬اۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid 57) : 3
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma Nama)-dan Af’al Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagaimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” Hadis)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah 2) : 186)
وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah 2) : 115)
“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Sumber : Anak Islami
Tampilkan postingan dengan label repost. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label repost. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Juni 2015
2 komentarJangan jadikan aku istrimu -repost-
Dapet dari line dakwah Islam yang sering banget di share sama khalayak joms heu :p
Hey Mas, Baca ya ;)
JANGAN jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.
Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.
Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.
Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.
Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.
Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku. []
Rina Tri Lestari
Hey Mas, Baca ya ;)
JANGAN jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.
Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.
Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.
Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.
Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.
Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku. []
Rina Tri Lestari
Selasa, 09 Juni 2015
4 komentarnak, tolong -repost-
Copy dari line nya dakwah Islam~
Udah sering baca tulisan dengan tema serupa, dan selalu terharu sendiri setiap baca :')
Padahal suratnya buat kamu ya mas? Kok aku yg mrembes mili hehe
Mas, yuk buruan kita ketemu yuk :) *loh?
Nak, Sebelum Kamu Hidup Bersama Putriku , Mau Kah Kamu Membaca Pesanku Ini?!
.
.
Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput.
Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya masuk ke kamar mandi, dia pasti akan menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi. Tahukah kamu dia menghabiskan waktunya di depan laptop untuk belajar membuat masakan kesukaanmu? Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba dan aku-serta istriku-dan seisi keluarga sering jadi kelinci percobaannya. Tahukah kamu bahwa dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya cuma memilih baju terbaik dan dandan secantik mungkin. Padahal menurutku, apapun yang dipakai putriku, ia selalu terlihat cantik. Tahukah kamu bahwa dia sering pulang, masuk ke rumah dengan senyum yang sangat lebar setiap kali pulang dari pergi bersamamu? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya boneka kesukaannya. Senyum itu cuma jadi milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah keramaian.
Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu hari, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkannya kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun jadi pahlawannya dan kamu yang akan menggantikan peranku itu. Walau aku tahu, dia akan selalu menganggapku sebagai pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi, percayalah, nak. Dia juga akan mengandalkan dirimu.
Jadi, aku cuma ingin berpesan. Maafkan kalau aku memang cerewet, tapi percayalah, istriku bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan aku mungkin hanya akan menulis dua sampai tiga halaman saja. Nak, putriku mungkin bukan perempuan paling sempurna yang akan kamu temui di dunia, dia juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari. Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian berdua tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang menerpa kalian.
Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku dan istriku tidak akan selalu di sana untuk membuatnya tersenyum.
Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami.
Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia memang berjalan ke arah yang salah, seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah mengambil jalan dalam hidup.
Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Tidak ada yang lebih penting selain rumah karena di sana tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Rumah adalah tempat pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman, buat dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan selalu di sini untuk membahagiakannya. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu punya kemampuan untuk mengerti dirinya.
Baiklah, aku sekarang sudah terdengar seperti istriku. Terima kasih sudah mendengarkan pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berdua menua bersama-sama.
Nak tolong jaga Putriku dengan baik..
Udah sering baca tulisan dengan tema serupa, dan selalu terharu sendiri setiap baca :')
Padahal suratnya buat kamu ya mas? Kok aku yg mrembes mili hehe
Mas, yuk buruan kita ketemu yuk :) *loh?
Nak, Sebelum Kamu Hidup Bersama Putriku , Mau Kah Kamu Membaca Pesanku Ini?!
.
.
Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput.
Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya masuk ke kamar mandi, dia pasti akan menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi. Tahukah kamu dia menghabiskan waktunya di depan laptop untuk belajar membuat masakan kesukaanmu? Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba dan aku-serta istriku-dan seisi keluarga sering jadi kelinci percobaannya. Tahukah kamu bahwa dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya cuma memilih baju terbaik dan dandan secantik mungkin. Padahal menurutku, apapun yang dipakai putriku, ia selalu terlihat cantik. Tahukah kamu bahwa dia sering pulang, masuk ke rumah dengan senyum yang sangat lebar setiap kali pulang dari pergi bersamamu? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya boneka kesukaannya. Senyum itu cuma jadi milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah keramaian.
Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu hari, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkannya kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun jadi pahlawannya dan kamu yang akan menggantikan peranku itu. Walau aku tahu, dia akan selalu menganggapku sebagai pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi, percayalah, nak. Dia juga akan mengandalkan dirimu.
Jadi, aku cuma ingin berpesan. Maafkan kalau aku memang cerewet, tapi percayalah, istriku bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan aku mungkin hanya akan menulis dua sampai tiga halaman saja. Nak, putriku mungkin bukan perempuan paling sempurna yang akan kamu temui di dunia, dia juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari. Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian berdua tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang menerpa kalian.
Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku dan istriku tidak akan selalu di sana untuk membuatnya tersenyum.
Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami.
Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia memang berjalan ke arah yang salah, seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah mengambil jalan dalam hidup.
Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Tidak ada yang lebih penting selain rumah karena di sana tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Rumah adalah tempat pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman, buat dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan selalu di sini untuk membahagiakannya. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu punya kemampuan untuk mengerti dirinya.
Baiklah, aku sekarang sudah terdengar seperti istriku. Terima kasih sudah mendengarkan pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berdua menua bersama-sama.
Nak tolong jaga Putriku dengan baik..
Rabu, 15 April 2015
0 komentarmenemukan ditemukan -repost-
habis buka tumblr mas kuntawiaji, melipir ketumblr mba mutia, dan nemu ini~
rasanya menemukan dan ditemukan mas yunus:
terharu banget sama Allah… nggak bisa nggak kelepek-kelepek karena banyak sekali hal. ini kalau diceritain bisa pada baper dan ikut terharu kayaknya. ._.
*masak yang saya ceritain pasti nangis berkaca-kaca. huhu*
nanti ya dialihfiksikan di buku yang kami tulis berdua.
terharu banget sama Allah… nggak bisa nggak kelepek-kelepek karena banyak sekali hal. ini kalau diceritain bisa pada baper dan ikut terharu kayaknya. ._.
*masak yang saya ceritain pasti nangis berkaca-kaca. huhu*
nanti ya dialihfiksikan di buku yang kami tulis berdua.
sudah dong.
saya mencintai dan menunggu seseorang–yang sebelum ketemu mas yunus belum ada namanya. orang ini saya doakan di setiap sujud terakhir sholat, saya istikhorohkan sampai di depan ka'bah, dan saya perjuangkan dengan cara mempersiapkan diri dan memantaskan diri.
saya mencintai dan menunggu seseorang–yang sebelum ketemu mas yunus belum ada namanya. orang ini saya doakan di setiap sujud terakhir sholat, saya istikhorohkan sampai di depan ka'bah, dan saya perjuangkan dengan cara mempersiapkan diri dan memantaskan diri.
ng. saya kapok euy berharap sama manusia. *curcol*
jadi sampai mas yunus beneran datang ke rumah, saya nggak bilang (bahkan ke diri sendiri) saya mencintai atau menunggu mas yunus–meskipun saya menemukan tanda-tanda bahwa mas yunus adalah versi nyata dari seseorang yang belum punya nama tadi. saya berkali-kali kasih tau diri sendiri bahwa cinta yang baik adalah yang secukupnya saja. supaya kalau ternyata bukan, tidak perlu patah hati sekali. kalau ternyata iya, bisa dipupuk setiap hari.
jadi sampai mas yunus beneran datang ke rumah, saya nggak bilang (bahkan ke diri sendiri) saya mencintai atau menunggu mas yunus–meskipun saya menemukan tanda-tanda bahwa mas yunus adalah versi nyata dari seseorang yang belum punya nama tadi. saya berkali-kali kasih tau diri sendiri bahwa cinta yang baik adalah yang secukupnya saja. supaya kalau ternyata bukan, tidak perlu patah hati sekali. kalau ternyata iya, bisa dipupuk setiap hari.
mas yunus juga sama. nggak bilang mencintai atau menunggu saya. mas yunus hanya bilang kalau saya kayak kemerdekaan yang harus diperjuangkan. ._.
yang dilakukan mas yunus waktu datang ke rumah saya adalah menjelaskan rencana-rencana hidupnya kepada kedua orang tua saya–semua kemungkinan terbaik dan terburuk yang bisa terjadi kalau saya sama mas yunus.
yang dilakukan mas yunus waktu datang ke rumah saya adalah menjelaskan rencana-rencana hidupnya kepada kedua orang tua saya–semua kemungkinan terbaik dan terburuk yang bisa terjadi kalau saya sama mas yunus.
ayah dan ibu lalu mengiyakan–akhirnya bukan karena siapa mas yunus, apa pekerjaannya, apa yang dia punya–melainkan karena kesungguhannya bertanggung jawab, memperjuangkan saya, menjaga saya, mempertimbangkan saya pada keputusan-keputusannya, dan usahanya mempersiapkan dan memantaskan dirinya sendiri. karena akhlaknya.
selanjutnya, saya ikhlaskan hati–menerima mas yunus seperti saya berdoa selama ini. belajar ikhlas itu yang ternyata bikin jatuh cinta. awalnya sih, super skeptis dan bertanya-tanya ‘kok bisa?’. sampai saya sadar lagi kalau jatuh cinta memang butuh alasan–tapi alasannya bukan ada pada orang yang kita cintai, melainkan pada diri sendiri.
dan iya, saya sekarang menunggu. mas yunus juga menunggu. sampai hari-Hujannya datang kami menunggu. prosesnya cukup panjang ya ternyata. mas yunus juga harus menyelesaikan kewajiban-kewajiban keprofesiannya terlebih dahulu. mohon doanya!! :’D
Minggu, 18 Januari 2015
1 komentarlaki-laki menyebalkan -repost-
Aku akan tetap seperti ini, dingin dan kaku. Seperti katamu, menyebalkan. Aku tidak akan bersikap terlalu ramah. Mungkin terkesan tidak peduli. Seperti katamu, menyebalkan.
Setiap tutur kataku mungkin menyakitkan. Seperti tidak berperasaan. Seolah tidak mengerti perempuan. Sangat menyebalkan. Setiap tindakanku mungkin terlihat menjengkelkan. Seolah tidak memiliki kelemahlembutan. Seperti katamu, menyebalkan.
Kamu hanya tidak tahu. Aku memang sengaja menyebalkan. Agar kamu tidak menaruh apa-apa di dalam diriku, hatimu misalnya.
Setiap tutur kataku mungkin menyakitkan. Seperti tidak berperasaan. Seolah tidak mengerti perempuan. Sangat menyebalkan. Setiap tindakanku mungkin terlihat menjengkelkan. Seolah tidak memiliki kelemahlembutan. Seperti katamu, menyebalkan.
Kamu hanya tidak tahu. Aku memang sengaja menyebalkan. Agar kamu tidak menaruh apa-apa di dalam diriku, hatimu misalnya.
Aku tidak akan bersikap hangat dan terlalu ramah, kamu bukan siapa-siapa kan? Aku tidak akan sembarang memberi perhatian. Meski kamu menuntut diperhatikan, tapi siapa kamu. Teman hidupku? Bukan.
Aku jaga kamu dengan demikian. Jangan paksa aku untuk membuatmu jatuh hati. Jangan menitipkan apapun di tanganku karena aku bisa saja mematahkannya. Jangan memaksaku untuk begitu lemah lembut karena itu hanya untuk teman hidupku.
Aku menyebalkan bukan?
Aku jaga kamu dengan demikian. Jangan paksa aku untuk membuatmu jatuh hati. Jangan menitipkan apapun di tanganku karena aku bisa saja mematahkannya. Jangan memaksaku untuk begitu lemah lembut karena itu hanya untuk teman hidupku.
Aku menyebalkan bukan?
Memang :)
rrrr, aku disini bisa diganti jadi perempuan juga sepertinya haha :p
Rabu, 17 Desember 2014
0 komentarTentang Cukup -repost-
Bagiku, tidak perlulah dia yang dikenal diseluruh penjuru dunia, tapi cukup dia yang taat pada Tuhannya.
Melihatnya akan membuatku ingat selalu pada Tuhanku, pun berada di dekatnya membuatku malu akan amalan-amalanku.
Bagiku, tidak perlulah dia yang segala bisa, tapi cukup dia yang bisa mengerti aku sedang di kondisi apa.
Mau mendengar segala keluh kesah, pun meladeni racauan pada malam-malam ketika hidup membuatku gelisah.
Bagiku, tidak perlulah dia yang super gagah, tapi cukup dia yang tetap bersabar dengan segala tingkah.
Mau mengalah ketika aku terlalu keras kepala, dan terus berusaha menyenangkan ketika aku berlaku menyebalkan terhadapnya.
Bagiku, tidak perlulah dia yang menuruti segala kemauan, tapi cukup dia yang selalu menenangkan.
Bisa memaklumi segala proses pendewasaan, Bisa menunjukkan jalan dan terus bersama-sama ke arah perbaikan.
Bagiku, tidak perlulah dia yang setiap hari mengatakan cinta, tapi cukup dia yang menyayangiku dengan caranya.
Dan rasanya… dia sudah cukup bagiku. :)
Minggu, 14 Desember 2014
0 komentarsuami -repost-
"Bu, untuk Nasehat Pernikahan besok boleh pakai catatan, kan?"
"Boleh. Ibu sudah punya template-nya, nemu di internet, bagus deh, Pak, bikin terharu.”
"Masa dari internet? Kan nggak personal, Bu."
"Bapak mau buat sendiri?"
"Iya dong. Aku kan wartawan. Malu sama profesi kalau yang beginian saja harus nyontek.”
***
Pukul sepuluh malam. Suara jangkrik kalah nyaring dengan bunyi jari-jari yang beradu dengan papan ketik. Ritmenya teratur, ada jeda sesekali.
***
"Lho, Pak, kok nangis? Malu sama kumis."
Tak ada jawaban. Hanya isak pelan dan bahu yang bergetar.
"Pak, sudah nangisnya. Nanti aku ikut nangis."
Sisa malam dihabiskan dua manusia paruh baya itu dengan bertangis-tangisan.
***
"Pak! Catatannya ketinggalan!"
"Sengaja kutinggal, Bu. Takut nangis lagi. Malu sama kumis."
***
"Berikutnya kita dengarkan Penyampaian Nasehat Perkawinan oleh Ayah mempelai wanita."
Mikrofon diketuk beberapa kali.
"Selamat berbahagia kepada ananda berdua. Selamat menjalankan peran baru sebagai suami dan istri, semoga selalu rukun dan saling mengasihi."
Satu tarikan nafas panjang.
"Restu dan doa bapak selalu mengiringi langkah kalian."
Sesingkat itu pun, seisi gedung sudah banjir air mata.
tulisan mba kinsyu emang palingpaling deh!!! :)
"Boleh. Ibu sudah punya template-nya, nemu di internet, bagus deh, Pak, bikin terharu.”
"Masa dari internet? Kan nggak personal, Bu."
"Bapak mau buat sendiri?"
"Iya dong. Aku kan wartawan. Malu sama profesi kalau yang beginian saja harus nyontek.”
***
Pukul sepuluh malam. Suara jangkrik kalah nyaring dengan bunyi jari-jari yang beradu dengan papan ketik. Ritmenya teratur, ada jeda sesekali.
"Kepada Ananda Juna,Satu helaan nafas panjang. Menyimpan berkas. Lembar kerja baru.
Aku sejujurnya bersyukur dan lega; karena dari dulu Kika doyannya musik-musik heavy-metal. Kupikir, nanti kalau dapat menantu metal bagaimana ngajak ngobrolnya.
Ah, Kika. Ngakunya saja anak metal, seleranya tetap orang kantoran yang rajin baca dan taat beribadah.
Ananda Juna,
Kalau kau tak keberatan, aku mau membagi hal-hal yang kupelajari dari 27 tahun pernikahanku dengan ibunya Kika.
Aku tahu sedikit tentang maunya wanita. Dibimbing, dimengerti, dilindungi, dikasihi. Ingatlah baik-baik yang empat ini.
Aku juga tahu peran mereka besar sekali. Merawat, memahami, menopang, dan mendampingi. Juga memanjakan, kadang, karena kau pasti setuju laki-laki sesungguhnya tak benar-benar rela beranjak dewasa.
Ananda Juna,
Sebaiknya kupersingkat saja suratku, sebelum tamu-tamu mengeluh bosan.
Kuucapkan terimakasih, karena telah sungguh-sungguh memperjuangkan putriku. Dan dengan bismillah, kupercayakan padamu untuk meneruskan tugas kami.”
"Kepada putriku Kika,Suara jangkrik kembali mendominasi. Kegiatan mengetik terhenti total, karena jari sibuk menyeka mata yang basah.
Kamu sudah besar ya, Nak?”
***
"Lho, Pak, kok nangis? Malu sama kumis."
Tak ada jawaban. Hanya isak pelan dan bahu yang bergetar.
"Pak, sudah nangisnya. Nanti aku ikut nangis."
Sisa malam dihabiskan dua manusia paruh baya itu dengan bertangis-tangisan.
***
"Pak! Catatannya ketinggalan!"
"Sengaja kutinggal, Bu. Takut nangis lagi. Malu sama kumis."
***
"Berikutnya kita dengarkan Penyampaian Nasehat Perkawinan oleh Ayah mempelai wanita."
Mikrofon diketuk beberapa kali.
"Selamat berbahagia kepada ananda berdua. Selamat menjalankan peran baru sebagai suami dan istri, semoga selalu rukun dan saling mengasihi."
Satu tarikan nafas panjang.
"Restu dan doa bapak selalu mengiringi langkah kalian."
Sesingkat itu pun, seisi gedung sudah banjir air mata.
tulisan mba kinsyu emang palingpaling deh!!! :)
Kamis, 04 Desember 2014
0 komentarHarus mengalami -repost-
Hati kita kadang harus
terluka. Agar kita tahu bagaimana rasanya dikhianati. Agar kita tidak
mengkhianati. Hidup kita kadang harus hancur. Agar kita tahu bagaimana
rasanya dicaci. Agar kita tidak ikut mencaci. Pikiran kita kadang harus
jenuh. Agar kita tahu bagaimana rasanya dijauhi. Agar kita tidak
menjauhi.
Seluruh cerita hidup kita kadang harus acak-acakan, harus banyak lubang, terluka di sana-sini. Agar kita tahu bagaimana rasanya dibenci, ditinggalkan, ditipu, diolok-olok, diasingkan, dibiarkan. Agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang merusak cerita hidup orang lain.
Seluruh cinta kita kadang harus hancur berantakan. Agar kita tahu bagaimana rasanya tidak berbalas, tahu bagaimana rasanya khawatir, menunggu, ditunggu, diburu waktu, dikhianati, bertepuk sebelah tangan, berharap, bersatu. Agar cinta kita menjadi lebih bijaksana, tidak gegabah dalam mengambil keputusannya.
Hidup kita kadang harus seperti itu. Hanya agar kita tahu bagaimana rasanya. Agar kita belajar dan menjadi lebih bijaksana.
repost
Seluruh cerita hidup kita kadang harus acak-acakan, harus banyak lubang, terluka di sana-sini. Agar kita tahu bagaimana rasanya dibenci, ditinggalkan, ditipu, diolok-olok, diasingkan, dibiarkan. Agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang merusak cerita hidup orang lain.
Seluruh cinta kita kadang harus hancur berantakan. Agar kita tahu bagaimana rasanya tidak berbalas, tahu bagaimana rasanya khawatir, menunggu, ditunggu, diburu waktu, dikhianati, bertepuk sebelah tangan, berharap, bersatu. Agar cinta kita menjadi lebih bijaksana, tidak gegabah dalam mengambil keputusannya.
Hidup kita kadang harus seperti itu. Hanya agar kita tahu bagaimana rasanya. Agar kita belajar dan menjadi lebih bijaksana.
repost
Alterasi -repost-
setelah entah udah berapa lama gak blogwalking, malem ini ngintip macem" blog
dan tulisan mba kinsyu selalu berhasil mempesona~
ini nemu satu buat di repost :)
Lelaki itu seorang pendebat ulung. Orator kampus. Tokoh intelektual paling disegani di angkatannya. Sudah terpahat dalam karakternya kebiasaan untuk berlaga sampai menang; poin yang sebenarnya invalid pun di tangannya bisa terdengar benar.
Ada satu perempuan, bersahaja dan jarang terlihat. Orang-orang keheranan. Dalam tempo yang terhitung singkat, perempuan itu membuat laki-laki tadi belajar berkompromi pada perbedaan opini. Ia jadi banyak menyimak, mencerna pelan-pelan tanpa hasrat mematahkan atau menyela di tengah percakapan.
dan tulisan mba kinsyu selalu berhasil mempesona~
ini nemu satu buat di repost :)
Lelaki itu seorang pendebat ulung. Orator kampus. Tokoh intelektual paling disegani di angkatannya. Sudah terpahat dalam karakternya kebiasaan untuk berlaga sampai menang; poin yang sebenarnya invalid pun di tangannya bisa terdengar benar.
Ada satu perempuan, bersahaja dan jarang terlihat. Orang-orang keheranan. Dalam tempo yang terhitung singkat, perempuan itu membuat laki-laki tadi belajar berkompromi pada perbedaan opini. Ia jadi banyak menyimak, mencerna pelan-pelan tanpa hasrat mematahkan atau menyela di tengah percakapan.
Memang begitu kalau sudah cinta yang bekerja. Perubahan perilakunya
dapat dengan mudah dijelaskan. Di hadapan perempuan itu, ia tidak ingin hebat; ia ingin baik.
sweet ya? :)
sweet ya? :)
Rabu, 11 Desember 2013
0 komentarberpapasan -repost-
Nyatanya, berpapasan itu selalu rumit untuk dirancang. Kau perlu mengukur waktu dan laju supaya bertemu dalam satu titik dari jarak tempuh sekian dan sekian. Kau perlu menyesuaikan waktu mulaimu dan lajumu dengan waktu mulainya dan lajunya. Sedemikian rinci, sedemikian detail. Hingga yakin olehmu, bahwa jarak yang akan mempertemukan kau dan nya adalah sekian dan sekian. Pada jarak ini, juga batas waktu itu.
Namun cantik, sejatinya kau tak akan pernah mampu untuk memastikan itu. Memastikan bahwa ia akan mampu berpapasan denganmu dengan waktu mulai dan laju sekian. Memastikan bahwa saat kau menyesuaikan waktu mulaimu dan lajumu itu kemudian berhenti sejenak untuk menunggunya atau mempercepat laju untuk mengejarnya, kau akan mampu berpapasan. Tidak cantik, tidak. Kau tidak akan pernah mampu untuk melakukan itu. Tidak akan pernah mampu.
Yang kau lakukan hanyalah membuat lajumu terbatasi, terlalu memperlambat, mempercepat, berkejaran, bersusah payah menyesuaikan, hingga fokusmu tak lagi atas laju hidupmu, tapi lajunya! Lajunyalah yang begitu mengubah hidupmu. Menjadi berbelok-belok, berliku-liku, menanjak, menurun, dan serangkaian jalan yang rela kau lakoni demi berpapasan dengannya. Hingga kau berasumsi bahwa ia juga merasakan kelokan yang sama, likuan yang sama, tanjakan yang sama dan turunan yang sama dengan yang kau lakoni, supaya dinamis bersama-sama. Benarkah?
Duhai cantik, tidakkah kau lelah dengan menggantungkan hidupmu pada laju orang lain? Kau menjadi seorang yang berjalan dalam arah ketidakpastian. Orientasi lajumu sudah berubah. Tidakkah kau ingat bahwa ada kendali yang lebih mengerti jarakmu? Kendali yang lebih sanggup memapaskanmu dengan yang tepat? Kendali yang lebih perlu dipapaskan jarak, waktu dan laju olehmu. Kendali yang lebih mengerti kapan waktu mulaimu, berapa laju yang kau perlukan dan jarak mana saat kau berpapasan.
Kendali itu akan tahu, kapan kau siap memulai dan dengan siapa kau berpapasan.
Ia, boleh saja datang dan berpapasan denganmu pada batas waktu, tapi itu bukan jaminan bahwa keputusan yang terambil (nanti) membuatmu dan nya berjalan beriring. Cantik, bukankah akan selalu ada pertemuan-pertemuan pendahuluan, sebelum akhirnya kita menyusun kesimpulan dan membuat jarak baru dengan waktu yang lebih tepat? Pertemuan-pertemuan yang membuat kita belajar, bahwa hal yang tidak tersampaikan akan lebih sempurna saat waktu dan jaraknya dirancang dengan apa yang teringinkan oleh kendali, atas laju sekian dan sekian.
Jadi, saat ada orang yang menjanjikanmu berpapasan, tegakah kau menyalip kendali? Yang menjanjikan berpapasan lebih indah dan berkah, sebagai hadiah atas kesabaranmu mengayuh, menjaga yang tidak tersampaikan..
...
semangatlah! ^^
dapet dari sininih :)
Rabu, 20 November 2013
1 komentarmenjadi lakilaki -repost-
tulisannya abang @landakgaul emang sering" sederhana
sederhana yang kadang bikin nyeees, kadang bikin manggut" masygul
termasuk yang ini~
sederhana yang kadang bikin nyeees, kadang bikin manggut" masygul
termasuk yang ini~
“Sekali-kali gantian kek cewek yang duluan. Gue mulu,” begitu keluh salah satu temen gue yang chat-nya direspons biasa aja sama cewek incerannya.
Mungkin gue terlalu kuno.
Tapi gue selalu percaya, anak laki-laki haruslah bandel. Bandel di sini maksud gue adalah tetap penasaran dan mengejar apa yang benar-benar dia pengen. Waktu kecil, gue pernah jatuh dari pohon cuma karena gue pengen niruin gaya Smack Down Ray Misterio. Gue pernah diomelin gara-gara nyebur ke kali cuma karena penasaran gimana rasanya nangkep ikan sapu-sapu pake tangan kosong. Yang paling klise, gue pernah digampar bokap karena waktu SMP gue ketahuan ngerokok. Gue jatuh, gue dimarahin, gue digampar. Tapi gue puas. Gue melakukan hal-hal tadi karena gue penasaran, gue pengen tau, dan gue puas karena akhirnya gue tau. Dan meski udah dikasih tau, udah diomelin, udah kena batunya, dalam beberapa kasus gue nggak berhenti melakukannya. Gue tetap niruin gaya Smack Down di hari berikutnya, terus masih suka nyari ikan sapu-sapu dengan tangan kosong, dan masih tetap merokok waktu itu.
Lalu apa yang membuat gue berhenti melakukan itu semua?
Gue percaya anak laki-laki akan berhenti melakukan apa yang buruk, jika akhirnya sadar bahwa itu nggak ada manfaatnya sama sekali, atau karena menemukan hal yang lebih berarti. Gue berhasil berhenti niruin gaya Smack Down karena kenal basket pas SMP jadi ganti pengen niruin Michael Jordan, Reggie Miller, Tony Parker, atau Kevin Durant (untuk zaman sekarang). Gue akhirnya pensiun ngambilin ikan sapu-sapu di kali ketika gue salah nangkep sapu-sapu –yang ternyata ikan lele– terus gue dipatil. Dan gue berhenti merokok ketika gue selesai menanyakan kepada beberapa temen cewek di kelas gue pertanyaan paling mendasar, “Lo lebih suka cowok yang ngerokok apa nggak sih?” Dari sekitar delapan orang yang gue tanya, semuanya bilang, “Lebih suka yang nggak ngerokok lah,” dengan yakinnya.
Waktu itu gue mikir, Lantas buat apa selama ini gue ngerokok? Semuanya sia-sia aja kalau gue ngerokok cuma biar kelihatan keren di depan temen-temen gue yang cowok. Gue kan mau narik perhatian cewek, bukan cowok.
Point dari cerita gue di atas adalah menuju ke pertanyaan, “Apa yang salah dengan laki-laki yang mengeluhkan sekali-kali harusnya cewek yang duluan, sekali-kali harusnya cowok yang menunggu dan tinggal ongkang-ongkang kaki?” Salah, karena dia tidak sedang menjadi laki-laki.
Perlu gue luruskan sedikit. Maaf jika terdengar sotoy, tapi ini adalah hasil interview gue ke beberapa kenalan cewek. Bahwa cewek ketika menunggu tidaklah ongkang-ongkang kaki, bahwa bagi cewek menunggu adalah salah satu pengorbanan yang cukup melelahkan.
Memang, tatanan sosial di lingkungan kita udah terlanjur kuat dan ada beberapa cewek yang memutuskan menunggu karena bagi orang di sekitar dan lingkungannya, memulai duluan adalah hal yang memalukan, murah, dan gampangan. Gue nggak akan menyalahkan itu. Tapi yang gue gelisahkan adalah, anak laki-laki harusnya keras kepala. Ketika dia menginginkan sesuatu, kejar, sampai dapat, sampai terjatuh-jatuh, bahkan berdarah-darah. Bukan baru kena ujian sekali, terus balik kanan, pergi, dan menyerah.
Bukannya anak laki-laki sudah biasa jatuh dan berdarah ketika dia pengen sekali bisa naik sepeda? Bukannya anak laki-laki sudah biasa tertusuk beling sampai berdarah dengan kaki telanjang melintasi kebon cuma untuk mengejar layangan putus? Lalu kenapa akhir-akhir ini gue sering melihat dan mendengar cerita temen laki-laki dan beberapa orang yang gue kenal, menyerah dalam mengejar sesuatu yang lebih berharga dari sepeda dan layangan, yaitu perempuan, cintanya, (yang katanya) kebahagiaannya?
Biarlah para perempuan saja yang ribet, toh memang mereka sudah mengakui bahwa perempuan itu ribet. Laki-laki, tak perlu ikut-ikutan ribet. Yang gue tau, orang yang mau menghubungi duluan aja kebanyakan mikir, takut ganggu lah, takut gak dibales lah, malu lah, itu perempuan. Kalau laki-laki juga kayak gitu, gimana bisa perempuan mau?
Perempuan ribet, berarti tandanya butuh laki-laki sederhana, yang tegas. Perempuan kan mau pacarannya sama laki-laki. Kalau laki-laki sama ribetnya kayak perempuan, ya mending pacaran sama perempuan lagi aja sekalian.
Untuk mendapatkan hati perempuan, berhentilah bersikap dan berpikir seperti perempuan. Sederhanalah. Tegaslah.
Mungkin pernyataan gue kali ini terkesan terlalu membela perempuan. Memang ya, tapi hanya perempuan-perempuan yang nggak menuhankan gengsilah yang gue bela. Memang perempuan harus punya gengsi, tapi bukan harus jadi munafik dengan menutup dan membohongi diri agar terlihat ‘nggak suka’ di depan orang yang sebenernya disukai abis-abisan. Gengsilah secukupnya.
Terlebih dari itu semua, maksud dari tulisan gue adalah buat sama-sama mengingat bahwa gue, dan para laki-laki yang baca tulisan ini pernah bandel waktu kecil. Jangan sampai kita lebih ‘laki’ dan lebih pemberani waktu kecil dibanding sekarang.
Gue nggak suka konfrontasi. Sekali lagi, sebutlah gue kuno, tapi gue rasa memang sudah benar bahwa perempuan yang dikejar, dan laki-laki mengejar.
Sekarang tugas perempuan dan laki-laki hanyalah untuk menjadi sekooperatif mungkin. Perempuan membuat dirinya layak untuk dikejar, layak untuk diperjuangkan, dan laki-laki mengejar sambil meningkatkan kualitas diri agar layak diterima. Sederhana, bukan?
Gue sadar pada kenyataannya nggak sesederhana itu. Tapi gue yakin, kita, para laki-laki kan sudah biasa bandel. Masa cobaan segitu doang udah bikin nyerah buat ngejar seseorang yang katanya berharga? Come on boys! Be brave! Prove you’re the man!
Sabtu, 14 September 2013
0 komentarLaki-laki dan Perempuan -repost-
Perempuan, dalam alam bawah sadarnya yang paling dalam. Akan ada
perasaan ingin didominasi. Didominasi oleh sesuatu yang menurutnya
pantas mendominasi. Jika kata ini kurang tepat, maka akan lebih mudah
dijelaskan dengan perasaan-ingin-dipimpin.
Semandiri apapun perempuan. Meski kemana-kemana sudah berani sendiri. Pulang larut malam berani. Membuat perjalanan jauh dengan percaya diri. Mendaki, bermain air, atau hal-hal bahaya lain. Dalam satu masa, akan ada perasaan ingin dilindungi.
Sekuat apapun dia, secara fitrahnya ia ingin dilindungi. Ingin menggantungkan diri pada sesuatu yang menurutnya lebih kuat. Bukan karena perempuan lemah, bukan pula karena dia tidak bisa. Tapi lebih kepada perasaannya sendiri. Ada rasa nyaman ketika dilindungi. Ada rasa nyaman ketika diperhatikan.
Hal ini pula terjadi kepada laki-laki. Bahwa laki-laki akan merasa menjadi “laki-laki” ketika ia bisa menunjukkan kemampuannya dalam melindungi, memberi jaminan keamanan, dan menjadi tempat bergantung. Ketika hal-hal itu hilang darinya, maka kelakiannya benar-benar dipertanyakan. Bahkan dipertanyakan oleh dirinya sendiri. Mengapa tidak ada orang yang mau mempercayakan keamanannya dan perlindungannya kepadanya?
Laki-laki akan tampak hebat dan kuat jika ada perempuan disampingnya. Karena ada sesuatu yang dia lindungi. Perempuan akan merasa dirinya begitu berharga ketika ada sesuatu yang dengan keras memperjuangkan dan menjaganya. Ini fitrah. Sesuatu yang memang berasal dari dalam diri masing-masing.
Maka mulailah kita berpikir. Sosok seperti apa yang sebenarnya mampu mendominasi kita (perempuan). Dan sosok seperti apa yang mau mempercayakan keamanan dan perlindungan hidupnya kepada kita (laki-laki).
Maka, berbahagialah ketika yang mendominasi tersebut adalah sosok yang sangat bijaksana. Yang memimpin dengan sangat baik. Dan berbahagialah ketika ada seseorang yang datang dan mempercayakan kepada kita sebagai tempat berlindung dan mempercayakan hari kedepannya bahkan hidupnya setelah mati kepada kita (laki-laki).
Sumbernyaaaaa ---> http://tmblr.co/Z8QR6yuxMckZ
Semandiri apapun perempuan. Meski kemana-kemana sudah berani sendiri. Pulang larut malam berani. Membuat perjalanan jauh dengan percaya diri. Mendaki, bermain air, atau hal-hal bahaya lain. Dalam satu masa, akan ada perasaan ingin dilindungi.
Sekuat apapun dia, secara fitrahnya ia ingin dilindungi. Ingin menggantungkan diri pada sesuatu yang menurutnya lebih kuat. Bukan karena perempuan lemah, bukan pula karena dia tidak bisa. Tapi lebih kepada perasaannya sendiri. Ada rasa nyaman ketika dilindungi. Ada rasa nyaman ketika diperhatikan.
Hal ini pula terjadi kepada laki-laki. Bahwa laki-laki akan merasa menjadi “laki-laki” ketika ia bisa menunjukkan kemampuannya dalam melindungi, memberi jaminan keamanan, dan menjadi tempat bergantung. Ketika hal-hal itu hilang darinya, maka kelakiannya benar-benar dipertanyakan. Bahkan dipertanyakan oleh dirinya sendiri. Mengapa tidak ada orang yang mau mempercayakan keamanannya dan perlindungannya kepadanya?
Laki-laki akan tampak hebat dan kuat jika ada perempuan disampingnya. Karena ada sesuatu yang dia lindungi. Perempuan akan merasa dirinya begitu berharga ketika ada sesuatu yang dengan keras memperjuangkan dan menjaganya. Ini fitrah. Sesuatu yang memang berasal dari dalam diri masing-masing.
Maka mulailah kita berpikir. Sosok seperti apa yang sebenarnya mampu mendominasi kita (perempuan). Dan sosok seperti apa yang mau mempercayakan keamanan dan perlindungan hidupnya kepada kita (laki-laki).
Maka, berbahagialah ketika yang mendominasi tersebut adalah sosok yang sangat bijaksana. Yang memimpin dengan sangat baik. Dan berbahagialah ketika ada seseorang yang datang dan mempercayakan kepada kita sebagai tempat berlindung dan mempercayakan hari kedepannya bahkan hidupnya setelah mati kepada kita (laki-laki).
Sumbernyaaaaa ---> http://tmblr.co/Z8QR6yuxMckZ
Selasa, 10 September 2013
0 komentarCheckpoint -repost-
Setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing. Beberapa proses hidup didalamnya bisa jadi sama. Misal pertambahan usia. Meski secara total kita tidak bisa menyamakan proses hidup satu orang dengan orang lain, tapi setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita perbandingkan untuk menjadi pelajaran penting.
Dalam perbandingan ini paling mudah adalah mengenai usia dan peranan. Dalam fase usia yang sama. Apa yang telah dilakukan? Dalam usia yang sama ada saja para remaja yang lebih sibuk mengurus urusan perasaan yang tak jelas-jelas, sibuk menggalau soal si dia yang tidak jelas statusnya. Meracau tentang perasaan-perasaan yang seringkali memanipulasi hidupnya seolah-oleh dia adalah orang paling merana di muka bumi ini.
Di saat yang sama, pada fase yang sama. Remaja lain melejit dengan presatasinya atau dengan pemahaman hidupnya yang jauh melampaui usianya. Kebijaksanaan hidup yang sangat dalam.
Perhatikanlah, ketika dalam waktu-umur yang sama seorang remaja putri sibuk mencari-mengepaskan pakaian di toko baju demi tampi modis. Dalam waktu yang sama, ada saja remaja putri yang lebih menyibukkan dirinya dengan mengaji.
Dalam waktu yang sama, ada saja pemuda yang bermotor protolan nongkrong dipinggir jalan ketika pemuda yang lain sedang sibuk belajar. Namun, inilah hidup. Bahwa kehidupan satu orang dengan orang yang lain memang berbeda.
Tapi, perbedaan tentulah dibuat tidak sia-sia. Paling tidak, kita bisa berkaca pada para pemuda seusia kita yang menjadi teman-teman kita saat ini. Pencapaian apa yang telah mereka raih. Ketika kita bisa jadi masih jalan ditempat. Sibuk menggalau memikirkan orang yang bahkan tidak memikirkan kita sama sekali. Sibuk berasumsi membenar-benarkan perasaan sendiri untuk berharap.
Ya, telah sampai mana kita saat ini. Kita harus mengeceknya sesekali. Sudahkah tahap kita berada pada proses dengan kemajuan yang signifikan. Atau justru tidak pergi kemana-mana.
sumber ---> http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/60842336601/tulisan-checkpoint#notes
Dalam perbandingan ini paling mudah adalah mengenai usia dan peranan. Dalam fase usia yang sama. Apa yang telah dilakukan? Dalam usia yang sama ada saja para remaja yang lebih sibuk mengurus urusan perasaan yang tak jelas-jelas, sibuk menggalau soal si dia yang tidak jelas statusnya. Meracau tentang perasaan-perasaan yang seringkali memanipulasi hidupnya seolah-oleh dia adalah orang paling merana di muka bumi ini.
Di saat yang sama, pada fase yang sama. Remaja lain melejit dengan presatasinya atau dengan pemahaman hidupnya yang jauh melampaui usianya. Kebijaksanaan hidup yang sangat dalam.
Perhatikanlah, ketika dalam waktu-umur yang sama seorang remaja putri sibuk mencari-mengepaskan pakaian di toko baju demi tampi modis. Dalam waktu yang sama, ada saja remaja putri yang lebih menyibukkan dirinya dengan mengaji.
Dalam waktu yang sama, ada saja pemuda yang bermotor protolan nongkrong dipinggir jalan ketika pemuda yang lain sedang sibuk belajar. Namun, inilah hidup. Bahwa kehidupan satu orang dengan orang yang lain memang berbeda.
Tapi, perbedaan tentulah dibuat tidak sia-sia. Paling tidak, kita bisa berkaca pada para pemuda seusia kita yang menjadi teman-teman kita saat ini. Pencapaian apa yang telah mereka raih. Ketika kita bisa jadi masih jalan ditempat. Sibuk menggalau memikirkan orang yang bahkan tidak memikirkan kita sama sekali. Sibuk berasumsi membenar-benarkan perasaan sendiri untuk berharap.
Ya, telah sampai mana kita saat ini. Kita harus mengeceknya sesekali. Sudahkah tahap kita berada pada proses dengan kemajuan yang signifikan. Atau justru tidak pergi kemana-mana.
sumber ---> http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/60842336601/tulisan-checkpoint#notes
Rabu, 28 Agustus 2013
0 komentarrepost dari repost -,-
mau ikut"an tuwit repost quotes panjang yang satu ini :P
"Jika lelaki tidak suka bicara dan hanya akan mengoceh pada perempuan yang berarti baginya, perempuan seringkali berlaku sebaliknya. Dia yang mulutnya banyak bercakap, akan seketika membisu dan tidak punya daya upaya di depan lelaki yang dicintainya, bahkan untuk membela diri. Ah, kemudian semua kata-kata dalam otaknya hanya akan menjadi kerak yang kemudian disimpan rapat supaya tidak memperkeruh suasana."
Senin, 26 Agustus 2013
2 komentarZona aman -repost-
Manggut" sambil ngebayangin tuwit pas baca ini
Sempet loading waktu baca nama 'Adit'
terus langsung inget omongan difa, terus langsung paham heu :p
Sebenarnya siapa sih yang tidak bahagia berada di posisi aman? Tidak perlu bersusah- susah mengenal apa arti “memperjuangkan”, toh kamu tidak akan mendapatkan resiko tidak bahagia kan? Karena adanya “jaminan” aman itu tadi.
Sebenarnya aku tahu dengan jelas apa yang menjadi passionku, tapi aku terlalu bermain aman atas apa yang aku jalani. Aku berpikir bahwa waktu bisa memberikanku pemahaman tentang ini, tapi aku salah. Semakin lama aku mencoba memahami dan terus menunggu pemahaman itu, aku malah merasa semakin bodoh. Tidak punya apresiasi atas prestasi, ya begitulah kira-kira.
HALO DUA PULUH PLES!
*tereak di depan kaca ._.
Sempet loading waktu baca nama 'Adit'
terus langsung inget omongan difa, terus langsung paham heu :p
Entah kenapa di sepanjang perjalanan menuju kantor pagi ini, banyak hal yang tiba- tiba melintas tanpa assalamuailkum di kepala. Belakangan, aku memang jadi hobi berpikir tentang diri sendiri, tentang apa yang sedang dijalani dan tentang mimpi- mimpi yang tersedat selama ini.
Aku diam beberapa waktu, saat di dalam diri ada pergelutan hebat dan lemparan tanya jawab tentang apa sih passionku yang sebenarnya dan apakah aku telah melakukan semuanya sesuai dengan passion itu? Atau malah menjauhkanku darinya? Atau malah mungkin, aku melupakannya?
Iya, melupakan. Lalu, apa sebenarnya yang membuatku bisa lupa pada sebuah passion yang sejatinya sangat penting dalam sebuah proses hidup? Ternyata sebuah zona aman yang mengendalikannya. Sebuah zona yang membuat kamu enggan beranjak dan tanpa sadar telah mempermainkanmu dengan embel- embel kenyaman di dalamnya.
Aku diam lagi, namun kali ini berpikir lebih dalam. Ternyata, zona aman adalah sebuah kotak energi dimana di dalamnya ada kekuatan tarik- menarik yang cukup besar antara kebahagian instan dan ketidakpuasan pencapaian yang menyebabkan pergesaran mindset. Dan sebenarnya zona aman itu sendiri adalah pembatas ruang gerak yang mematikan diri.
Sebenarnya siapa sih yang tidak bahagia berada di posisi aman? Tidak perlu bersusah- susah mengenal apa arti “memperjuangkan”, toh kamu tidak akan mendapatkan resiko tidak bahagia kan? Karena adanya “jaminan” aman itu tadi.
Tapi ternyata tidak sesimpel itu untuk menjadi bahagia. Semakin kamu mencoba menikmati keberadaanmu di dalam zona ini, malah semakin membuat kamu bukan menjadi kamu yang sebenarnya. Menjadi kamu yang bukan maunya kamu. Menjadi kamu yang “yaudah sih jalani aja”. Menjadi kamu yang tidak punya tujuan pasti. Menjadi kamu yang rancu. Akh, mulai susah dimengerti ya? Iya aku pun.
Lalu aku berpikir lagi, diantara aman dan nyaman itu tadi sebenarnya ada faktor ketakutan yang lebih mendominasi, yang menghadirkan kemalasan untuk maju, untuk mengejar sesuatu.
Sebenarnya aku tahu dengan jelas apa yang menjadi passionku, tapi aku terlalu bermain aman atas apa yang aku jalani. Aku berpikir bahwa waktu bisa memberikanku pemahaman tentang ini, tapi aku salah. Semakin lama aku mencoba memahami dan terus menunggu pemahaman itu, aku malah merasa semakin bodoh. Tidak punya apresiasi atas prestasi, ya begitulah kira-kira.
Mungkin kalau bukan karena rasa ketidaknyamanan yang perlahan muncul atas aman yang terus menerus, karena buku Rich Dad Poor Dad yang aku baca beberapa hari lalu dan karena Adit yang memancingku untuk berpikir tentang ini, aku mungkin akan terkurung lebih lama lagi di zona ini.
Iya, karena saat kamu berani keluar dari zona aman, saat itulah kamu menemukan kamu yang baru atau bahkan kamu yang sesungguhnya. Iya, dan aku ingin begitu.
HALO DUA PULUH PLES!
*tereak di depan kaca ._.
teori karambol -repost-
Baca, apapun itu
Nonton, apapun itu
Bisa memperkaya sudut pandang, bisa membentuk pola pikir, pemahaman
Sejak dikenalin sama link ini, aku bisa dibilang jadi salah satu pengunjung tetap
Dalam seminggu minimal sekali ngakses deretan kata di blog itu
Sering ngerasa dikatain, tapi gak kapok heu ._.
Ini ada salah satu tulisannya yang aku repost
Mungkin kesono"an bakal sering repost dari tumblr yang satu ini hahah
Enjoy!
Nonton, apapun itu
Bisa memperkaya sudut pandang, bisa membentuk pola pikir, pemahaman
Sejak dikenalin sama link ini, aku bisa dibilang jadi salah satu pengunjung tetap
Dalam seminggu minimal sekali ngakses deretan kata di blog itu
Sering ngerasa dikatain, tapi gak kapok heu ._.
Ini ada salah satu tulisannya yang aku repost
Mungkin kesono"an bakal sering repost dari tumblr yang satu ini hahah
Enjoy!
Seringkali ketika kita (atau mungkin aku saja) tertarik pada sesuatu/seseorang. Kita tidak langsung menuju ke sasaran itu. Tapi mencari sudut lain untuk kemudian melesat menujunya,seperti permainan karambol. Sasaran berada dimana dan yang kita tuju justru dinding papan karambol. Ada kalanya tepat ada kalanya meleset.
Ketika menyukai seseorang bahkan, kadang yang kita tuju bukanlah orang tersebut. Melainkan mendekati sahabat dekatnya. Atau bisa jadi sesuatu yang menjadii kesukaannya, membaca buku mungkin. Fotografi mungkin. Dan lain-lain. Atau sengaja mendekatkan diri ke lingkungannya agar bisa berada dalam satu tempat meskipun tidak saling sapa sama sekali.
Kadang apa yang kita tuju bukanlah sesuatu yang sebenarnya kita tuju. Kita mencari hal lain yang bisa mengantarkan kita menuju tujuan tersebut.
Jarang orang yang memutuskan untuk langsung, direct attack. Teori karambol ini semacam pdktyang lebih elegan. Modus-operandi tipe kesekian yang saya amati telah menjadi modus yang semakin sering dipakai.
Bagi orang yang memiliki level modus tertinggi seperti temanku (yang tidak mau disebut namanya), teori karambolnya diterapkan pada level expert. Level yang bahkan aku sendiri kesulitan menjalaninya. Tahukah apa itu?
Ketika dia menyukai seseorang, yang dia tuju justru Tuhan. Sebab Tuhan yang menciptakannya, Dia pula yang akan memberikannya. :)
nih aslinya --> http://tmblr.co/Z8QR6yt8f5Tb
Kamis, 23 Mei 2013
2 komentarkenangan -repost-
Adalah merekam, satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup ini. Adalah memutar ulang rekaman dan menertawakan segala kebodohan yang terekam di dalamnya, hal paling menyenangkan nomor dua.
Sebab itu kita suka menulis. Sebab itu kita suka memotret—atau dipotret.
Barangkali karena sebagian kebahagiaan tak bisa diulang, kita menjadi pecinta rekaman-rekaman—menjadi pengagum kenangan-kenangan. Barangkali karena kita tak punya kuasa untuk memaku waktu, kita mengenang keindahan yang kita jumpa dalam gambar-gambar, dalam kata-kata—rentetan aksara yang bisa kapan saja kita baca.
Maka jangan salahkan siapa-siapa bila diam-diam aku menyimpan gambarmu. Jangan salahkan siapa-siapa bila terlalu banyak sirat namamu dalam puisi-puisiku.
dari blog yang hampir tiap hari aku buka----> http://azharologia.com
yaaah, mengenang emang menyenangkan, membuat kita yakin kalo pernah ngerasain hidup
dan membuat kita pengen terus hidup dengan menciptakan kenangan" baru :)
gak ada yang ditinggalkan ataupun meninggalkan, sengaja melupakan atau dilupakan
setiap kenangan punya tempat tersendiri, sama kaya orang :D
Selasa, 12 Februari 2013
5 komentarSinkronisasi otak dan hati -repost-
Untuk kamu, dimanapun tempat singgahmu sekarang
Selamat
pagi sayang..
Sapaan
ini akan aku tujukan padamu, nantinya
Bagaimana
kabarmu disana? Sudah lelahkah? Lekaslah kembali kesini, rumah singgahan
terakhirmu
Hai
kamu, masa depanku yang sedang berpetualang disetiap hati
Tidakkah
kamu tahu, bahwa sebelum mengenalmu pun aku sudah memikirkan kita, ya kamu dan
aku
Hai
kamu, si pemilik tulang rusukku
Saat
hatimu sekarang sedang tertambat hati lain, akankah itu berlangsung lama hingga
aku harus menunggu sampai tak tahu batasannya?
Hai
kamu, si calon imamku
Belajarlah
dulu dari setiap proses hidupmu ini agar kelak kau fasih dalam memimpinku,
calon pemupuk generasimu
Hai
kamu, si penikmat suguhanku
Kelak
akan ku buatkan kopi ternikmat untukmu, jauh lebih nikmat dari yang kau minum
di tiap warkop kunjunganmu
Kelak
kita akan duduk diteras rumah sambil meneguk kopi kopi itu setiap hari
Menceritakan
lucunya petualangan hati masing-masing, hingga pertemuan yang membentuk,
kita
Merancang
indah kedepan sampai penghabisan waktu senja
Dan
saat itu, aku tahu bahwa Tuhan memang menciptakan sela- sela jemari kita ini
untuk saling menggenggam
Menciptakan
pundakmu untuk kusenderkan, menciptakan air mataku untuk kau hapuskan
Menciptakan
kekuranganku, untuk kau sempurnakan
Sayang,
Jika
kau lelah dengan hidupmu yang terus berputar dan belum menemukanku,
Percayalah
bahwasanya hati ini memiliki radar
Radar
yang akan membawa sepotong hati, kepada pemilik potongan lainnya
Radar
yang akan membawa kita pada suatu pertemuan suci, dalam ikatan yang diridhoi
Sayang,
Jika
hatiku masih melihat keindahan hati lain, percayalah ini hanya proses hidupku,
untuk menemukanmu
Sayang,
Jika
aku dan kamu belum juga bertemu,
Belajarlah
bersabar, lalu kelak kau ajari aku arti sebuah penantian yang akan berbuah
kebahagiaan
Dari aku, masa depan yang senantiasa
menunggu
dipenutup, ada kalimat begini
"ditulis sejam pasca teknikal tes dan interview, nampaknya otak sama
hati butuh sinkronisasi Zzzz"
tetep semangat hey TUWIT!!! :)
Selasa, 08 Januari 2013
0 komentarThey were made to recall memories -repost-
It's already mid night. Nope. I just passed mid night, and still, I can't stop.
Can't stop looking through all these pictures I made. Looking through those who recall memories.
Yes.Pictures, photos. They are made to recall memories. Recalling lot's of memories that has passed.
KANGEN!
That's what I feel.
Recalling these memories back. Memories with the loved ones, friends,
family, random people, random places, things, food, all those silly
activities, ooh how I miss everything so much. Missing everything that
are captured.
Looking through all these pictures, I can see how people change, how I
change, and it's all beautiful to remember, it means a lot to me.
Some people asked
Why do you have to take plenty of pictures?
Why do you like taking pictures a lot?
Why caring to keep them?
Well, to be honest I have hundreds, probably thousands of them.
and it's all worth to take, worth to keep.
Just like I said, they were made to recall memories :)
pernah cuap" juga soal foto, tapi kerenan yang ini
aaaaa :)
i have thousands of them too *high five*
aaaaa :)
i have thousands of them too *high five*
Senin, 31 Desember 2012
0 komentartaon baru sama KOJO :)
akhir taun 2012
pengen repost taun baruan bareng kojo bertahun-tahun silam heu :p
masih alay~ abaikan yak hahaha
kojo'!
smanli lulus smua cing.
jadi inget sesuatu tentang kita.
kjadian beberapa bulan yang lalu.
permohonan pas taun baruan di rumah sari.
masi ingeet bged urutan acara taun baruan kita.
kea baru kejadian kmareen. :)
hari H, mulai dari siang cuaca bner" mendung.
uda dag.dig.dug acara bakal batal.
apalagi anak" yg tinggal di dusun" perumnas.
mana pada gatauk ruma sari dmana.
haha. :D
well.
berkat keajaiban ples kebaikan tuhan, kita sampe juga dirumah sari berkloter-kloter.
empat sampe lima kloter laah.
hahags.
mami ella ples ak mulai narikin duit ke kalian kea rentenir.
trus bagiin kertas kosong bwat diisiin permohonan. :)
abis magripan bareng dll bareng, mulailah acara taon baru yg sama skali gada konsep. :P
sambil nungguin putra cs yg beli kembang api ples amunisi perut, qta tumpuk"an di teras ruma sari yg gede nauzubilah.
inget apa obrolan pertama?
yeeaa.
ngebayangin apa jadi-y kalo idung sama buntut tukaran fungsi.
haha. inget kan. betapa bodoh dan gag penting-y obrolan itu. :D
stelah bosen sama obrolan itu, mulai lah nyanyi nidji 'sang mantan' berkali", ntah apa motivasi-y.
trus, si dipa,dayu, sama tiwex kejar"an ngerebutin hape.
pas capee, cerita hantu dimulaai.
echa,isti,ples indah yang mulai.
tiap abis denger crita.
yang lain ngakak,pdahal crita-y serem.
kebodohan kedua malam itu. :)
tiba" angkot (baca:jazz) kuning yang dibawa putra nyampe.
cihuuyy, makan meen. haha :D
bakar membakar dimulaai.
mulai dari jagung (gratis dari mama sari-makasih tante-) yang dibakar pake bumbu sate.
trus nyusul empek" panggang ples sate.
pada bakat daah jadi mamang". :p
aseep tebel nauzubillah.
mata pedih, merah.
batuk" ples bau aseep.
yang penting rame" sama kalian, apa aja dijabanin dah! :)
dalam drama bakar membakar suara penyiar radio yang alay mengiringi kitaa.
jiwa pengkritik topik kluar paling pertama, disusul yang lain.
kasian tu penyiar, pasti kuping-y gatel. heh? :D
berhubung iklan tory cheese crackers lagi booming waktu itu.
ella, yang mantan mayoret nunjukin eksistensi dy dengan ngikutin ke-alay-an iklan itu.
echa,pipi,dll ikut demam tory.
tory.tory.tory.tory cheese crackers, tory cheese crackers berasa kejunyaa. :D
akhir-y semua makanan mateng.
smua mateng, smua senaang. hallah. :P
makan nyam-nyam.
trus cuci mulut pake rambutan.
bego kan, ampir tgah malem makan rambutan. :D
abis makan, ak mulai cerewet nyuru kalian ngisi kertas permohonan.
kertas-y dikumpulin lagi, trus diacak.
skitar 30menit sebelon jam 12, kita bikin api unggung yang bisa digotong kmana".
kita sama" ngelilingin api unggun trus mulai bacain apa yg ditulis dikertas permohonan satu persatu.
"amiiin" disana.sini.
pas jam 12, mercon sama kembang api dinyalainn.
tross tereak" deh kea orang kesurupan. :)
momen yang paling ak sukaa.
kertas permohonan itu sama" kita lempar ke apii unggun sampe kebakar smuaa.
biar asep-y cepet nyampe langit.
trus permohonan" kita lgsung diwujutin sama allah.
liat kita skarang temen".
sebagian dari yg kita tulis disitu udah kewujut.
"SMANLI LULUS SRATUS PERSEN"
tapi sbagian lain blum.
kita mesti sabar.
ak yakin, ap yg kita aminin sama" waktu itu pasti bakal dijawap sama allah.
mgkin gag sama persis sama yg kita minta.
tapi pasti dy bayar dengan yg terbaik. :)
well, balik lg ke taon baruan maren.
lepas dari acara bakar" kertas permohonan, kita balik ke teras sari trus ngeluarin amunisi makanan berikut-y.
ngemil time. haha. :D
entah berapa kilo mami ella bliin kita" snack.
tenggorokan sampe gatel,mata sampe ngantuk. heh?
cewe" satu per satu tumbang.
masup kdalam rumah trus boboo.
yg lain yang masi tangguh, maen kartu di luar sambil ngakak" khas bapak" begadang. :D
mamah sari berkali.kali keluar nyuru tidur.
dasar pada bebal.
gag tidur sama skali mrekka.
acara main kartu entu ditutup sama nenek yang NANGIS karna kala taroan banyak.
pas ajan subuh echa datengin nenek, "udahlaah nek, yuk kita solat, mintak ampun".
hahaa. :D
kebodohan entah yg keberapa. :P
abis solat,cuci muka,cuci gigi.
bersih" time.
cuci piring, nyapuu, angkat".
trus bikin sarapan pisang coklat.
udah kenyang, konvoii ke pantai panjang pake jaket biru bermotif pelangi. :)
sampe sana kita maen aerr, main timpuk"an bola pasir,
trus bikin pispot ples bola" eek.
hihihh. :P
jam spulu.
litaak oii.
pulang krumah masing".
sebodo amat ketek busuk.
yang penting uda ngelewatin satu malem yg bakal trus ak inget sama" kalian.
satu momen lagi yg buat kalian makin berharga.
satu momen lagi yg buat kalian suit untuk ilang dari ingatan.
satu momen yang nyatuin kita untuk ksekian kali.
kojokers.
hmm.hmm. :)
mana janji manis.mu.
mencintaiku sampai mati.
kini engkau pun pergi.
saat ku terpuruk sendiri.
akulah sang mantaan.
akulah sang mantaaan.
(ERROR) haha :D
happy new years kojo' :)
gapernah nyesel pernah jadi bagian dari kalian :D
pengen repost taun baruan bareng kojo bertahun-tahun silam heu :p
masih alay~ abaikan yak hahaha
kojo'!
smanli lulus smua cing.
jadi inget sesuatu tentang kita.
kjadian beberapa bulan yang lalu.
permohonan pas taun baruan di rumah sari.
masi ingeet bged urutan acara taun baruan kita.
kea baru kejadian kmareen. :)
hari H, mulai dari siang cuaca bner" mendung.
uda dag.dig.dug acara bakal batal.
apalagi anak" yg tinggal di dusun" perumnas.
mana pada gatauk ruma sari dmana.
haha. :D
well.
berkat keajaiban ples kebaikan tuhan, kita sampe juga dirumah sari berkloter-kloter.
empat sampe lima kloter laah.
hahags.
mami ella ples ak mulai narikin duit ke kalian kea rentenir.
trus bagiin kertas kosong bwat diisiin permohonan. :)
abis magripan bareng dll bareng, mulailah acara taon baru yg sama skali gada konsep. :P
sambil nungguin putra cs yg beli kembang api ples amunisi perut, qta tumpuk"an di teras ruma sari yg gede nauzubilah.
inget apa obrolan pertama?
yeeaa.
ngebayangin apa jadi-y kalo idung sama buntut tukaran fungsi.
haha. inget kan. betapa bodoh dan gag penting-y obrolan itu. :D
stelah bosen sama obrolan itu, mulai lah nyanyi nidji 'sang mantan' berkali", ntah apa motivasi-y.
trus, si dipa,dayu, sama tiwex kejar"an ngerebutin hape.
pas capee, cerita hantu dimulaai.
echa,isti,ples indah yang mulai.
tiap abis denger crita.
yang lain ngakak,pdahal crita-y serem.
kebodohan kedua malam itu. :)
tiba" angkot (baca:jazz) kuning yang dibawa putra nyampe.
cihuuyy, makan meen. haha :D
bakar membakar dimulaai.
mulai dari jagung (gratis dari mama sari-makasih tante-) yang dibakar pake bumbu sate.
trus nyusul empek" panggang ples sate.
pada bakat daah jadi mamang". :p
aseep tebel nauzubillah.
mata pedih, merah.
batuk" ples bau aseep.
yang penting rame" sama kalian, apa aja dijabanin dah! :)
dalam drama bakar membakar suara penyiar radio yang alay mengiringi kitaa.
jiwa pengkritik topik kluar paling pertama, disusul yang lain.
kasian tu penyiar, pasti kuping-y gatel. heh? :D
berhubung iklan tory cheese crackers lagi booming waktu itu.
ella, yang mantan mayoret nunjukin eksistensi dy dengan ngikutin ke-alay-an iklan itu.
echa,pipi,dll ikut demam tory.
tory.tory.tory.tory cheese crackers, tory cheese crackers berasa kejunyaa. :D
akhir-y semua makanan mateng.
smua mateng, smua senaang. hallah. :P
makan nyam-nyam.
trus cuci mulut pake rambutan.
bego kan, ampir tgah malem makan rambutan. :D
abis makan, ak mulai cerewet nyuru kalian ngisi kertas permohonan.
kertas-y dikumpulin lagi, trus diacak.
skitar 30menit sebelon jam 12, kita bikin api unggung yang bisa digotong kmana".
kita sama" ngelilingin api unggun trus mulai bacain apa yg ditulis dikertas permohonan satu persatu.
"amiiin" disana.sini.
pas jam 12, mercon sama kembang api dinyalainn.
tross tereak" deh kea orang kesurupan. :)
momen yang paling ak sukaa.
kertas permohonan itu sama" kita lempar ke apii unggun sampe kebakar smuaa.
biar asep-y cepet nyampe langit.
trus permohonan" kita lgsung diwujutin sama allah.
liat kita skarang temen".
sebagian dari yg kita tulis disitu udah kewujut.
"SMANLI LULUS SRATUS PERSEN"
tapi sbagian lain blum.
kita mesti sabar.
ak yakin, ap yg kita aminin sama" waktu itu pasti bakal dijawap sama allah.
mgkin gag sama persis sama yg kita minta.
tapi pasti dy bayar dengan yg terbaik. :)
well, balik lg ke taon baruan maren.
lepas dari acara bakar" kertas permohonan, kita balik ke teras sari trus ngeluarin amunisi makanan berikut-y.
ngemil time. haha. :D
entah berapa kilo mami ella bliin kita" snack.
tenggorokan sampe gatel,mata sampe ngantuk. heh?
cewe" satu per satu tumbang.
masup kdalam rumah trus boboo.
yg lain yang masi tangguh, maen kartu di luar sambil ngakak" khas bapak" begadang. :D
mamah sari berkali.kali keluar nyuru tidur.
dasar pada bebal.
gag tidur sama skali mrekka.
acara main kartu entu ditutup sama nenek yang NANGIS karna kala taroan banyak.
pas ajan subuh echa datengin nenek, "udahlaah nek, yuk kita solat, mintak ampun".
hahaa. :D
kebodohan entah yg keberapa. :P
abis solat,cuci muka,cuci gigi.
bersih" time.
cuci piring, nyapuu, angkat".
trus bikin sarapan pisang coklat.
udah kenyang, konvoii ke pantai panjang pake jaket biru bermotif pelangi. :)
sampe sana kita maen aerr, main timpuk"an bola pasir,
trus bikin pispot ples bola" eek.
hihihh. :P
jam spulu.
litaak oii.
pulang krumah masing".
sebodo amat ketek busuk.
yang penting uda ngelewatin satu malem yg bakal trus ak inget sama" kalian.
satu momen lagi yg buat kalian makin berharga.
satu momen lagi yg buat kalian suit untuk ilang dari ingatan.
satu momen yang nyatuin kita untuk ksekian kali.
kojokers.
hmm.hmm. :)
mana janji manis.mu.
mencintaiku sampai mati.
kini engkau pun pergi.
saat ku terpuruk sendiri.
akulah sang mantaan.
akulah sang mantaaan.
(ERROR) haha :D
happy new years kojo' :)
gapernah nyesel pernah jadi bagian dari kalian :D
Langganan:
Postingan (Atom)


