Jumat, 23 September 2016

Hal kecil

Kita memang terbiasa mengesampingkan hal-hal kecil, tidak peduli sepenting apapun itu
Kita terlalu sering lupa untuk mensyukuri hal kecil, tidak peduli seberapa berartinya itu
Dan yah...
Kita terkadang diingatkan untuk memperhatikan dan mendadak mensyukuri kehadiran hal kecil, justru ketika hal-hal kecil itu mulai menghilang, atau berkurang

Ibarat sulit bernafas karena hidung yang tetiba mampet, hati bisa begitu resah karena baru terbangun saat matahari sudah bersinar, karena lebih dari 24 jam lupa untuk melantunkan katakata yang tertulis di GPS kehidupan, karena terlalu gembira disaat ada orang dibelahan bumi lain yang untuk tersenyum saja sulit

Disaat hari ini harusnya lebih baik dari hari kemarin, aku seringkali termenung di tengah malam, gelisah dan sulit untuk memejamkan mata karena menyadari kalau hariku lebih buruk dari kemarin
Hal kecil, mungkin sapaan 'sehat kan mi?' atau 'piye yah acaranya kemarin?' entah kenapa aku lewatkan hampir satu minggu ini
Padahal apa sulitnya? Hal kecil ini bukan cuma akan membuat mereka yang diujung belahan dunia sana bahagia, tapi juga harusnya selalu berhasil membuat aku fokus untuk mencoret satu demi satu rangkaian to do list dengan baik

Sudah berapa kali membuka kotak hitam dengan notifikasi missed call?
Segitu sulitkah untuk balik menelfon?
Hey, jangan merumitkan hal yang sederhana
Jangan menunggu hal kecil menjadi besar, baru memperhatikannya
Buat harimu lebih baik dari kemarin :)

1 komentar:

Fauziah Nur mengatakan...

currently struggling with the same thing. heu

Poskan Komentar