Jumat, 01 Maret 2013

cerpen yang gak selesai



liburan kemaren, sempet nyoba bikin cerpen
gara" kiky minta ak nilai cerpen bikinan dia hahaha
udah jadi sih, udah ada bagian awal sama akhir sama beberapa adegan yang rencananya mau diselipin ditengah :p
tapi tetep aja belom jadi, belum ngalir ceritanya haha
loncat-loncat gak jelas :p
dan entah kenapa males buat ngelanjutin
padahal cepe udah ngasih berbagai kritik dan perbaikan
di post ajalah ya daripada sayang~

ini bagian awalnyaaaa
Semakin lama hidup di dunia, pikiran dan hati kita semakin terbiasa membaca kode, semakin lihai mengolah kode, dan semakin cepat mengartikan kode. Dari awal sapaan kamu di media sosial malam itu, aku bisa merasakan kemana kamu akan membawa percakapan ini berakhir. Dan benar saja, nomer ponselku yang kamu minta.

Kalau kamu ingat, kita sempat bersama dulu. Dulu sekali, saat masalah perasaan belum terlalu menjadi fokus yang membingungkan. Saat bermain dan tertawa memenuhi sebagian besar hari kita, dan rasa bahagia masih mudah kita dapatkan. Keluar berlarian saat hujan, duduk anteng di kursi dokter gigi buatan kita, berbaikan setelah bola tendanganmu tepat mengenai mukaku, serius menghitung lembaran daun untuk membayar sirup batu bata yang aku buat. Aah, masa kecil yang indah. Aku sangat berterimakasih untuk itu.

Kamu mulai sering menghubungi aku. Entah dengan sapaan ringan yang gak penting, atau pertanyaan-pertanyaan serius yang membuat kita berdiskusi panjang. Tapi aku tau kemana kisah ini akan berakhir. Sama seperti kisah khas remaja berseragam putih abu-abu. Ngobrol panjang, bertukar nomer ponsel, intens bertukar kabar, ketemuan, makin sering ketemuan, jadian, berantem, putus, berhenti bertukar kabar. Siklus ini seharusnya terlihat membosankan untuk orang seusia kita.

Ini bagian yang pengen diselipin di tengah
Setelah itu, entah sudah berapa ajakan hang out yang aku tolak. Sengaja aku tolak sebenarnya. Kamu tau kan wanita? Terkadang kami sengaja menolak beberapa ajakan untuk terlihat tidak terlalu mudah digapai. Tapi toh kata ‘iya’ akhirnya keluar juga, seperti malam itu.

‘Hujan loh..’, kataku beralasan.

‘Ini bukan hujan, tapi gerimis romantis..’

Aku membayangkan kamu yang tersenyum jahil saat mengatakannya. Tapi aku justru menciptakan alasan baru, ‘Ih, lagian udah kemaleman tau pergi jam segini, mau pulang jam berapa ntar si Bibi marah’

‘Yaudah, ntar Bibi kita beliin martabak. Jangan pizza terus ya, aku bisa tekor hahaha’, kamu menjawab santai.

Lagi-lagi aku membayangkan wajah jahil kamu. Tapi aku masih ingin beralasan, ‘Jangan berangkat jam tujuh, lagi macet-macetnya itu, bikin males..’

‘Yaudah sih, yang nyetir aku kan?’, suara kamu mulai terdengar bete.

‘Terus emangnya mau kemana?’, aku menjawab, masih belum luluh.

Beberapa saat kamu terdiam, menghela nafas kecil, lalu menjawab, ‘Bukan itu poinnya, aku pengen ketemu kamu..’

Gantian aku yang terdiam. Kamu berhasil, aku bisa apa selain mengiyakan? Kamu berhasil memunculkan desir ini di hati aku. Memang dasar wanita ya, udah tau gombal, masih tetep aja kerasa nyeees di hati. Hahaha.

Ini di-ending
Satu tahun. Begitu banyak memori yang kamu tanam. Ruang di hati ini aku sediakan semakin luas untuk kamu. Aku lupa kalau kedekatan fisik kita hanya akan bertahan satu tahun. Aku melupakan topik yang sudah sering berusaha kamu bahas, tapi selalu aku anggap lalu. Dari awal aku tau ini seperti siklus remaja putih abu-abu  yang bakal berakhir buruk. Ternyata jarak yang gak seberapa ini bisa membuat kita benar-benar kembali menjadi orang asing. Kita sama seperti kita dulu, saat percakapan lewat media sosial itu belum terjadi.

Sekarang, ada yang hilang setiap aku melihat jajaran penjual durian di pinggiran jalan stasiun. Rumah makan padang rekomendasi kamu masih sering aku datangi cuma untuk memesan menu kita, aku bahkan hafal nama pegawainya. Selalu muncul senyum yang gak bisa ditahan waktu aku terpaksa begadang untuk belajar ujian atau sekedar menyelesaikan tugas. Dan sekarang, setiap aku berkendara di kemacetan, kamu selalu muncul, terlebih saat gerimis datang.


haha aneh yak?
namanya juga coba" dan gak beres :p
itu terinspirasi dari banyak teman haha
yaaah, mudah"an lain kali niat bikin cerpen lagi dan beres~

13 komentar:

Blog After Work mengatakan...

It's Asem, eh Awesome!
Ayo-ayo, dilanjutin. Udah keren itu mah. Tinggal nambah tokoh satu lagi, cewe lain :p *sinetron abisss

Istiqomah Nurfitri mengatakan...

asem asem :p
emoh aah, udah biar aja gak beres :D

Blog After Work mengatakan...

Aaaaahhh, gak seruu.

Istiqomah Nurfitri mengatakan...

kakak aja yang beresin~ how how? :p

Blog After Work mengatakan...

Hmm, ntar gak sesuai ah ceritanya

Istiqomah Nurfitri mengatakan...

haha yowes, biarin aja begini~
kan udah ada endingnya, cuma belom lengkap aja

Blog After Work mengatakan...

Emang flownya niatnya gimana sih?

Blog After Work mengatakan...

Hmmm, flownya gimana sih rencanannya?

Setyabella Ika Putri mengatakan...

kereeen Tulll.. :D

Istiqomah Nurfitri mengatakan...

tapi gak beres bei :p
udah lama gak cetingan nih kita budokter haha :D
mau ada kumpul kencaningjogja ya? aaaaaaa :')

Denialization mengatakan...

._________.

Istiqomah Nurfitri mengatakan...

apa den? masalah? :p

Setyabella Ika Putri mengatakan...

iyaaah.. :D
gathering perdana buuu..
doakan lancar yaah ^^

Posting Komentar