Sabtu, 07 September 2013

-fiksi- bodoh

hujan turun tanpa ampun seharian ini
sukses mencegah aku untuk kembali kerumah
tapi langit gak selamanya tetap bercahaya
saat jarum panjang dan jarum pendek jam dinding membentuk sudut 90 derajat sempurna, akhirnya aku memutuskan pulang
kugunakan jas hujan yang entah sejak kapan tidak digunakan

sepanjang jalan aku menggerutu
tentang tas yang terlalu besar hingga tak cukup untuk ikut masuk ke dalam jas
tentang selokan yang gak berfungsi optimal
tentang penerangan yang belang belang

setengah perjalanan kulewati, dan suaramu tiba" terngiang
ah, sempat"nya aku memunculkan kenangan...
'BODOH' katamu kala itu
dan sejak saat itu aku selalu menyimpan jas hujan itu
tepat di bawah jok motorku

kamu tau,
aku sudah tidak bodoh, tapi aku tetap basah
dan yaaaaah aku kangen kamu :)


2 komentar:

Larasati Aliffia mengatakan...

Kiw, ada curhat dibalik cerpen di blog. ;P

Istiqomah Nurfitri mengatakan...

cerpen? cerpen? heu :p
manipulasi kenangan yayas :'D

Posting Komentar